Arsip untuk cerita sufi

Si penggila tuhan dan Khizr

Ada seorang lelaki, gila karena cintanya pada tuhan. Khizr bertanya padanya,”o manusia sempurna, maukah kau jadi sahabatku?”

Orang itu menjawab, “kau dan aku tak mungkin disatukan, karena kau telah banyak meneguk air keabadian sehingga kau akan senantiasa hidup, sedangkan aku ingin menyerahkan hidupku. Aku tak berkawan dan bahkan menunjang hidupku sendiri pun aku tak tahu. Sementara kau asyik memelihara hidupmu, aku mengorbankan hidupku setiap hari. Lebih baik aku meninggalkan kau, bagai burung menghindari jerat, jadi, selamat tinggal.”

Tinggalkan sebuah Komentar

Kisah putri raja dengan darwis

Seorang raja mempunya putri yang cantik secantik bulan, yang dicintai oleh setiap orang. Nafsu terbangkit oleh matanya yang mengantuk sayu dan membius manis kehadirannya. Wajahnya seputih kapur barus, rambutnya hitam kesturi. Kecemburuan bibirnya mengeringkan permata air terindah, sedang gula pun cair disana karena malu.

Karena kehendak nasib seorang darwis sempat melihat putri itu sepintas, dan roti yang dipegangnya pun jatuh dari tangannya. Putri itu melintasinya bagai nyala api, dan ketika melintas, putri itu tertawa. Melihat ini, darwis itu terjatuh di atas debu, hampir mati. Ia tidak dapat merasa tenang, baik siang maupun malam, dan ia pun menangis berkepanjangan. Bila teringat akan senyuman putri itu, ia mengucurkan airmata bagai awan menjatuhkan air hujan. Cinta yang garang ini berlangsung terus selama tujuh tahun lamanya, dan selama itu ia hidup dijalanan bersama anjing-anjing. Akhirnya para dayang sang putri memutuskan untuk membunuh darwis tersebut. Tetapi sang putri itu berbicara padanya dengan diam-diam; katanya, “mana mungkin akan ada hubungan yang mesra antara kau dengan aku? Pergilah lekas, atau kau akan dibunuh nanti; jangan tinggal lagi di pintuku, tetapi bangkitlah pergi.”

Darwis malang itu menjawab, “pada hari ketika hamba jatuh cinta pada tuanku putri, hamba bercuci tangan dari kehidupan ini. Beribu-ribu yang seperti hamba mengorbankan diri kehariban keindahan tuan. Karena para dayang tuan hendak membunuh hamba secara tidak adil, maka jawablah kiranya pertanyaan hamba yang biasa ini. Pada hari ketika tuan menjadi sebab bagi kematian hamba, mengapa tersenyum pada hamba?” “ oh kau sidungu,” kata putri itu,”ketika kuketahui bahwa kau hendak merendahkan dirimu sendiri, aku tersenyum karena kasihan. Aku sengaja tersenyum kasihan bukan karena hendak mencemooh.” Berkata demikian, ia pun lenyap bagai seberkas asap, meninggalkan darwis itu termangu sendiri.

Tinggalkan sebuah Komentar

Guru dan Murid

Seorang murid bertanya pada Gurunya,” mengapa adam harus meninggalkan sorga?” sang guru menjawab, “ ketika adam, yang termulia dari segala makhluk, masuk sorga, didengarnya suara yang bergema dari dunia yang tak tampak,”o kau yang terikat pada sorga dengan seratus ikatan, ketahuilah bahwa siapapun di kedua dunia itu dikenal karena apa yang terjadi antara dia dengan aku, ku pisahkan dari segala yang ada, agar ia hanya terikat pada-Ku saja. Kawannya sejati.” Bagi seorang pencinta, seratus ribu kehidupan pun tiada artinya tanpa yang dikasihinya. Ia yang hidup untuk sesuatu yang lain dari dia, biar adam sendirilah itu, telah terusir. Para penghuni sorga tahu bahwa pertama mesti mereka serahkan ialah hati mereka”.

Tinggalkan sebuah Komentar

Cincin Sulaiman

Tak ada batu yang pernah setenar batu pada cincin sulaiman, namun ini sebutir batu yang amat bersahaja, tak lebih dari seperdelapan dinar beratnya. Tetapi ketika sulaiman membuat cap dari batu itu, seluruh dunia ada dibawah perintahnya. Kekuasaannya dikukuhkan meluas hingga ke ufuk jauh. Meskipun angin membawa sabda kehendaknya ke segala penjuru, sulaiman hanya mempunyai sebuah batu seberat seperdelapan dinar saja. “karena kerajaan dan kekuasaanku tergantung pada batu ini, maka mulai sekarang tak seorangpun akan mempunyai kekuasaan sebesar ini.”

Meskipun sulaiman menjadi raja agung karena cap batu ini, namun benda inilah pula yang memperlambat kemajuannya di jalan ruhani; maka ia pun sampai ke sorga adin selama lima ratus tahun lebih dari nabi-nabi lain. Jika sebuah batu dapat menimbulkan keadaan demikian pada sulaiman, apa pula yang mungkin ditimbulkan pada makhluk semacam kau ini, ayam hutan yang malang jauhkan hatimu dari permata biasa itu. Carilah permata yang asli dan jangan berhenti mencari jauhari sejati.

Tinggalkan sebuah Komentar